Digitalisasi Transaksi UMKM Bali Makin Meluas, QRIS Hadir dari Pasar hingga Aktivasi Publik

image 22

Karvelo bersama Bank Nobu dan Bank Indonesia menghadirkan rangkaian edukasi dan program QRIS di sejumlah wilayah Bali sepanjang Agustus 2026

Denpasar, 8 Agustus 2026. Digitalisasi transaksi di kalangan UMKM Bali terus diperluas melalui berbagai kegiatan yang melibatkan pelaku usaha dan masyarakat secara langsung. Karvelo (PT Artha Jaya Wisata) bersama Bank Nationalnobu (Bank Nobu) dan Bank Indonesia menjalankan rangkaian program digitalisasi pembayaran sepanjang Agustus 2026.

Kegiatan tersebut berlangsung di sejumlah wilayah, mulai dari Denpasar, Karangasem, hingga Gianyar. Program yang dijalankan mencakup aktivasi publik, edukasi penggunaan QRIS, hingga penyediaan perangkat QRIS Soundbox secara gratis bagi pedagang pasar rakyat.

QRIS Semakin Dekat dengan Aktivitas UMKM

Penggunaan QRIS menjadi salah satu bagian dari perkembangan transaksi digital yang semakin banyak digunakan oleh masyarakat dan pelaku usaha. Sistem pembayaran berbasis kode QR memungkinkan transaksi dilakukan tanpa uang tunai sekaligus membantu pelaku usaha memiliki pencatatan transaksi yang lebih jelas.

Di Bali, penerapan pembayaran digital juga mulai menyentuh berbagai pusat aktivitas ekonomi masyarakat. Pasar rakyat dan sentra kerajinan menjadi salah satu lokasi yang memiliki potensi besar karena setiap harinya mempertemukan pedagang dengan masyarakat, wisatawan domestik, hingga wisatawan mancanegara.

Melalui kegiatan yang dilakukan secara langsung di lapangan, edukasi mengenai QRIS tidak hanya diberikan melalui informasi, tetapi juga melalui pengalaman menggunakan layanan tersebut.

Edukasi QRIS Dimulai dari Aktivasi Publik di Denpasar

Salah satu kegiatan dalam rangkaian program ini adalah QRIS Bali Summer Run 2026 yang berlangsung di Lapangan Bajra Sandhi, Renon, Denpasar, pada 8 Agustus 2026.

QRIS Bali Summer Run merupakan kegiatan aktivasi publik dengan konsep fun run yang sekaligus dimanfaatkan untuk memperkenalkan penggunaan pembayaran nontunai kepada masyarakat. Kehadiran booth Karvelo dan Bank Nobu menjadi salah satu titik edukasi bagi pengunjung yang ingin mengetahui penggunaan QRIS secara langsung.

“Momen kayak fun run ini pas kami manfaatin buat edukasi, soalnya orang lagi santai, nggak buru-buru. Makanya tim kami di booth aktif ajak pengunjung coba langsung transaksi QRIS, bukan cuma bagi-bagi brosur doang.”

Wisnu, Business Development Manager Karvelo

Tim Karvelo dan Bank Nobu berkoordinasi selama kegiatan berlangsung untuk memberikan informasi serta edukasi kepada masyarakat yang mengunjungi booth.

Perluasan Pembayaran Digital Menyasar Pasar Bebandem

Setelah kegiatan di Denpasar, rangkaian digitalisasi pembayaran dilanjutkan di Pasar Bebandem, Karangasem, melalui program Pasar Rakyat Bali Go Digital.

Program tersebut melibatkan Bank Nobu, Bank Indonesia, dan Karvelo dalam upaya memperkenalkan transaksi nontunai kepada pedagang UMKM di pasar rakyat. Salah satu bentuk dukungan yang diberikan adalah penyediaan perangkat QRIS Soundbox.

Dengan perangkat tersebut, pedagang dapat menerima pembayaran melalui QRIS sekaligus mendapatkan pemberitahuan ketika transaksi berhasil dilakukan.

“Selama ini pedagang di sini masih mengandalkan uang tunai, jadi kalau pembeli lupa bawa uang pas ya batal transaksi. Dengan QRIS ini, mudah-mudahan perputaran dagang di pasar bisa lebih lancar, nggak ada lagi yang batal belanja gara-gara masalah receh.”

I Nengah Sunandiasa, Kepala Pasar Bebandem

Kehadiran QRIS di pasar rakyat menjadi salah satu bentuk perluasan layanan pembayaran digital yang langsung menyasar aktivitas transaksi sehari-hari antara pedagang dan pembeli.

Sukawati Jadi Bagian dari Perluasan QRIS di Pasar Seni

Program digitalisasi kemudian dilanjutkan di Pasar Seni Sukawati, Gianyar. Kegiatan ini menjadi bagian dari Baligivation (Bali Digital Innovation Festival) 2026 melalui program Pasar Rakyat Bali Go Digital.

Program di Pasar Seni Sukawati berlangsung mulai 22 Juni hingga 22 Agustus 2026, dengan puncak kegiatan pada 12 Agustus 2026.

Di lokasi tersebut, program tidak hanya berfokus pada penggunaan QRIS, tetapi juga mencakup pembuatan QRIS baru bagi pedagang. Selain itu, tersedia hingga 300 unit QRIS Soundbox yang diberikan secara gratis kepada pedagang.

QRIS Soundbox berfungsi memberikan notifikasi suara ketika pembayaran berhasil dilakukan. Fitur tersebut membantu pedagang mengetahui transaksi yang masuk tanpa harus terus melihat layar ponsel.

“Sejak orang juga banyak belanja online, ternyata yang datang langsung ke toko pun makin jarang pegang uang cash. Untung sekarang ada QRIS ini, jadi saya nggak kehilangan pembeli cuma gara-gara mereka lupa bawa dompet.”

Putu Wardani, pedagang aksesoris di Pasar Seni Sukawati

Selain pemberian perangkat, pedagang juga mendapatkan edukasi mengenai keamanan dan kenyamanan dalam menggunakan QRIS. Dalam program tersebut, terdapat ketentuan Merchant Discount Rate (MDR) gratis untuk transaksi di bawah Rp500.000. Proses pencairan dana atau settlement juga dilakukan pada hari yang sama atau H+0.

Transaksi QRIS Jadi Bagian dari Aktivasi Pedagang

Untuk mendorong penggunaan QRIS secara aktif selama program berlangsung, turut diadakan kompetisi transaksi QRIS terbanyak bagi pedagang Pasar Seni Sukawati.

Kompetisi tersebut memberikan kesempatan kepada pedagang dengan jumlah transaksi QRIS terbanyak untuk mendapatkan hadiah. Juara 1 memperoleh Rp1.000.000, Juara 2 sebesar Rp750.000, dan Juara 3 sebesar Rp500.000.

Secara keseluruhan, total hadiah yang disediakan dalam kompetisi tersebut mencapai Rp5.000.000.

Kolaborasi Perluas Ekosistem Pembayaran Digital Bali

Rangkaian kegiatan di Denpasar, Karangasem, dan Gianyar menjadi bagian dari upaya memperluas penggunaan pembayaran digital di lingkungan pasar rakyat dan pusat aktivitas usaha masyarakat Bali.

Keterlibatan Karvelo, Bank Nobu, dan Bank Indonesia menunjukkan kolaborasi antara penyedia layanan pembayaran, perbankan, serta otoritas sistem pembayaran dalam memperkenalkan QRIS kepada pelaku usaha secara langsung.

Program yang berlangsung sepanjang periode tersebut juga memberikan ruang bagi pedagang untuk mengenal dan mencoba penggunaan pembayaran digital dalam aktivitas usaha sehari-hari.

Sementara itu, dampak program terhadap peningkatan transaksi digital maupun pendapatan pedagang di masing-masing lokasi belum dapat dipastikan pada tahap ini karena rangkaian program masih berlangsung hingga akhir Agustus 2026.