QRIS Dorong Digitalisasi Transaksi UMKM dan Pasar Rakyat di Bali

image 19

Denpasar, 8 Agustus 2026 — QRIS terus dimanfaatkan sebagai salah satu sarana untuk memperluas penggunaan pembayaran digital di kalangan UMKM dan pasar rakyat di Bali. Sepanjang Agustus 2026, sejumlah kegiatan digitalisasi pembayaran digelar dengan melibatkan Karvelo (PT Artha Jaya Wisata), Bank Nobu, dan Bank Indonesia di beberapa wilayah Bali.

Rangkaian kegiatan tersebut menyasar berbagai titik yang memiliki aktivitas transaksi cukup tinggi, mulai dari kegiatan masyarakat di Denpasar hingga pasar tradisional dan pusat kerajinan di Karangasem serta Gianyar.

QRIS Diperkenalkan Lewat Kegiatan di Denpasar

Salah satu kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian tersebut adalah QRIS Bali Summer Run 2026 yang berlangsung pada 8 Agustus 2026 di Lapangan Bajra Sandhi, Renon, Denpasar.

Kegiatan ini menjadi salah satu kesempatan untuk memperkenalkan penggunaan QRIS kepada masyarakat secara langsung. Pengunjung tidak hanya mendapatkan informasi mengenai pembayaran non-tunai, tetapi juga diajak mencoba transaksi QRIS secara langsung.

“Kami manfaatkan keramaian di acara ini buat turun langsung ke pengunjung, bukan sekadar pasang banner terus diam. Tim di booth kami ajak orang coba langsung transaksi QRIS, biar mereka ngerasain sendiri semudah apa prosesnya.”

— Wisnu, Business Development Manager Karvelo

Pendekatan secara langsung tersebut menjadi bagian dari edukasi agar masyarakat semakin terbiasa menggunakan pembayaran digital dalam aktivitas sehari-hari.

Perluasan Digitalisasi Menyasar UMKM dan Pasar Rakyat

Penggunaan QRIS juga diarahkan kepada pelaku UMKM dan pedagang pasar rakyat. Digitalisasi pembayaran dinilai dapat membantu membuat proses transaksi menjadi lebih praktis sekaligus mendukung pencatatan transaksi secara lebih transparan.

Pasar rakyat dan pusat kerajinan menjadi salah satu sasaran karena tempat-tempat tersebut memiliki aktivitas jual beli yang cukup tinggi. Selain masyarakat lokal, beberapa lokasi juga banyak dikunjungi wisatawan domestik maupun mancanegara.

Salah satu kegiatan yang dilakukan adalah program Pasar Rakyat Bali Go Digital di Pasar Bebandem, Karangasem, pada 11 Agustus 2026. Program tersebut menyasar pedagang pasar tradisional agar mulai menggunakan QRIS dalam melayani transaksi.

Dalam kegiatan tersebut, QRIS Soundbox juga diberikan kepada sejumlah pedagang untuk membantu memberikan pemberitahuan suara ketika transaksi berhasil.

“Dari sisi kami di perbankan, pasar tradisional seperti Bebandem ini sebenarnya potensi transaksinya besar, cuma belum banyak tersentuh digital. Kehadiran kami di sini bagian dari upaya memperluas layanan sampai ke pedagang kecil, bukan cuma nasabah korporat saja.”

— Christophorus Damian Lainama, Branch Manager Nobu Bali Sunset

Pasar Bebandem Mulai Menggunakan QRIS

image 21

Bagi pedagang, penggunaan QRIS memberikan alternatif pembayaran ketika pelanggan tidak membawa uang tunai. Hal tersebut menjadi salah satu manfaat yang dirasakan setelah pedagang mulai mendapatkan akses terhadap layanan pembayaran digital.

“Dulu kalau pembeli nanya bisa bayar pakai HP apa nggak, saya cuma bisa bilang belum bisa. Sekarang setelah ada alat ini, ternyata gampang banget, tinggal scan aja, uangnya langsung masuk ke rekening.”

— Made Sudiarta, pedagang di Pasar Bebandem, Karangasem

Pengalaman tersebut menunjukkan bahwa penerapan pembayaran digital tidak hanya berkaitan dengan teknologi, tetapi juga dengan kemudahan yang dirasakan langsung oleh pedagang dan pelanggan ketika melakukan transaksi.

QRIS Menjangkau Pasar Seni Sukawati

Selain Pasar Bebandem, digitalisasi pembayaran juga menyasar Pasar Seni Sukawati di Gianyar. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari Baligivation (Bali Digital Innovation Festival) 2026 yang berlangsung pada 22 Juni hingga 22 Agustus 2026, dengan kegiatan puncak pada 12 Agustus 2026.

Pasar Seni Sukawati dikenal sebagai salah satu pusat kerajinan dan oleh-oleh yang banyak dikunjungi wisatawan. Kondisi tersebut membuat pilihan pembayaran digital menjadi salah satu kebutuhan yang dapat mendukung aktivitas transaksi antara pedagang dan pembeli.

Bagi wisatawan asing, keberadaan QRIS juga dapat memberikan alternatif pembayaran yang lebih praktis ketika berbelanja.

“Turis asing itu biasanya bawa uang tunai rupiah secukupnya aja, nggak banyak. Nah dengan QRIS begini, mereka jadi lebih leluasa belanja, nggak perlu bolak-balik tukar uang dulu ke money changer.”

— I Wayan Merta, pedagang ukiran kayu di Pasar Seni Sukawati

QRIS Soundbox dan Edukasi Transaksi

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, edukasi penggunaan QRIS juga menjadi bagian yang diperhatikan. Selain layanan pembuatan QRIS baru, tersedia hingga 300 unit QRIS Soundbox secara gratis bagi pedagang.

QRIS Soundbox digunakan untuk memberikan notifikasi suara ketika pembayaran berhasil dilakukan. Dengan adanya pemberitahuan tersebut, pedagang dapat lebih mudah mengetahui transaksi yang masuk tanpa harus selalu memeriksa perangkat secara manual.

Edukasi kepada pedagang juga mencakup aspek keamanan dan kenyamanan dalam menggunakan transaksi digital. Selain itu, untuk transaksi di bawah Rp500.000, diberlakukan MDR gratis, sementara proses settlement dilakukan secara H+0.

Ada Kompetisi Transaksi QRIS Terbanyak

Untuk mendorong penggunaan QRIS selama kegiatan berlangsung, turut diadakan kompetisi berdasarkan jumlah transaksi QRIS. Kompetisi tersebut menyediakan hadiah dengan nilai Rp1.000.000 untuk juara pertama, Rp750.000 untuk juara kedua, dan Rp500.000 untuk juara ketiga.

Secara keseluruhan, total hadiah yang disediakan dalam kompetisi tersebut mencapai Rp5.000.000.

Kegiatan ini menjadi salah satu cara untuk mendorong pedagang agar semakin aktif menggunakan QRIS dalam aktivitas transaksi sehari-hari.

Bagian dari Perkembangan Digitalisasi Pasar Bali

Rangkaian kegiatan QRIS di berbagai lokasi tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas ekosistem pembayaran digital di Bali, khususnya pada pasar rakyat, pusat kerajinan, dan sektor UMKM.

Keterlibatan Karvelo, Bank Nobu, dan Bank Indonesia menunjukkan adanya kolaborasi antara penyedia layanan, pihak perbankan, dan otoritas sistem pembayaran dalam memperkenalkan transaksi digital kepada masyarakat.

Dengan semakin banyaknya pedagang yang mengenal dan menggunakan QRIS, digitalisasi pembayaran di pasar rakyat diharapkan dapat terus berkembang sesuai dengan kebutuhan transaksi masyarakat. Dampak terhadap peningkatan volume transaksi maupun pendapatan pedagang masih perlu dilihat lebih lanjut karena rangkaian program tersebut berlangsung hingga akhir Agustus 2026.